Pengertian Kurikulum - kata Kurikulum berasal dari kata kurir yang artinya pelari dan curere yaitu tempat berpacu atau tempat berlomba, sedangkan kurikulum mempunyai arti jarak yang harus ditempuh oleh pelari, bila di lihat dari kamus Webster tahun 1912, kurikulum ialah:
- A race source, a place for running, a chariot Kurikulum sebagai jarak untuk perlombaan yang harus ditempuh oleh pelari dan diartikan Chariot yaitu semacam kereta pacu pada zaman dahulu yang berupa alat untuk membawa seseorang dari awal sampai akhir.
- A course, in general, applied, particularly to the course of study in a university (kurikulum dipakai dalam dunia pendidikan dan pengajaran, maka kurikulum merupakan sejumlah mata pelajaran di sekolah atau akademi.
Pengertian Kurikulum
Pengembangan kurikulum dilihat dari uraian struktural ada 4 komponen yaitu:
1. Tujuan
2. Isi dan struktur
3. Strategi pelaksanaan
4. Komponen evaluasi.
Tiap komponen saling berkaitan erat dengan komponen lainnya, jadi tujuan itu berkaitan erat dengan bahan pelajaran, proses belajar mengajar dan penilaian artinya tujuan yang berlainan, kognitif, efektif, dan psikomotorik akan mempunyai bahan pelajaran yang berlainan, proses belajar mengajar yang lain dan harus di nilai dengan cara yang lain pula.
Dari dasar-dasar pengembangan kurikulum di sekolah karya Burhan Nurgiantoro kurikulum diartikan sejumlah mata pelajaran atau ilmu pengetahuan yang ditempuh dan dikuasai untuk mencapai suatu tingkat tertentu atau seperangkat rencana dan pengetahuan isi dan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dalam upaya pendidikan nasional, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat berusaha melakukan pembinaan dalam berbagai aspek antara lain pembinaan kurikulum dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah Adanya beberapa jenjang dan tingkat pendidikan sesuai dengan tujuan dan hakekat perkembangan anak, menyebabkan pentingnya memilih isi kurikulum yang sesuai dengan tujuan dari setiap jenjang dan tingkat pendidikan, namun di lain pihak ada kesinambungan antara jenjang dan tingkat pendidikan menyebabkan pula bahwa isi kurikulum harus ada dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga ada kesinambungan bahan yang dipelajari siswa pada jenjang dan tingkat pendidikan.
Kurikulum sendiri memiliki berbagai makna dan interpretasi. Peter F. Oliva dalam bukunya Developing Curriculum, menginterpretasikan kurikulum sebagai:
1. Curriculum is that which is taught In school
2. Curriculum is a set of subject
3. Curriculum is content
4. Curriculum is a program of studies
5. Curriculum is a set of materials
6. Curriculum is a sequence of courses.
Curriculum Is that which is thought in school berarti kurikulum adalah apa yang menjadi pemikiran sekolah, dimana pihak sekolah yang menentukan akan apa yang di pelajari siswa, fasilitas apa saja yang seharusnya digunakan siswa dalam proses pembelajaran, dan bagaimana seharusnya siswa belajar.
Curriculum is a set of subject bisa diartikan bahwa kurikulum adalah kumpulan atau rangkaian subject. Dimana subject dari pendidikan akan memberikan pengaruh besar terhadap objeknya yaitu siswa.
Curriculum is a program of studiesbisa diartikan bahwa kurikulum adalah rangkaian bahan. Berbagai bahan yang tercakup dalam kurikulum akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kurikulum, apakah kurikulum itu nantinya akan efektif dan aplikatif atau tidak, semua bergantung pada kurikulum itu sendiri.
Curriculum is a sequence of coursesbisa diartikan bahwa kurikulum adalah rangkaian dari matapelajaran. Ini dikarenakan dalam kurikulum terdapat rangkaian mata pelajaran.
Sementara menurut Carter V. Good’s dalam bukuDeveloping Curriculum oleh F. Olivia mengatakan bahwa : “a systematic group of courses or sequences of subject required for graduation or certification In a major field of study”, yang berarti kurikulum sendiri memiliki makna sebagai suatu kelompok sistematik dari mata pelajaran atau rangkaian dari syarat subjek untuk kelulusan atau sertifikasi dari lahan utama studi.
Demikianlah berbagai pendapat mengenai pengertian kurikulum, Sehingga kami bisa mengambil kesimpulan bahwa pada hakekatnya setiap kurikulum merupakan suatu cara mempersiapkan peserta didik agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakat. Setiap kurikulum bagaimanapun polanya, selalu memiliki komponen- komponen tertentu yakni pernyataan tentang tujuan dan sasaran, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar mengajar dan akhirnya evaluasi hasil belajar. Dengan demikian kurikulum merupakan sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Apa yang direncanakan lazimnya berupa harapan- harapan ideal dan biasanya bersifat idea, cita- cita tentang manusia yang menekankan pada keutamaan tanggung jawab sekolah untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.