Pengertian Guru
Pendidik dalam Islam adalah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Dalam Islam orang yang bertanggung jawab tersebut adalah orang tua (ayah dan ibu) anak didik. Tanggung jawab pertama dan utama terletak pada orang tua berdasarkan pada firman Allah seperti yang tersebut dalam al-Qur’an surat Attahrim ayat 6: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa
yang Dia perintahkan kepada merekadan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
“Dirimu” yang disebut dalam ayat itu adalah diri orang tua anak tersebut, yaitu ayah dan ibu. Sedangkan “anggota keluarga” dalam ayat itu ialah terutama anak-anaknya. Earl V. Pullias dan James D. Young berpendapat bahwa“ The teacher is learned. He should know more than his students. However, he recognizes that he does not know everything, and he is mainly a learner. The teacher is an example to his student yet, he also makes mistakes. He is human. The teacher should be objective, but the teacher-student relationship is so close thatit often may be difficult to be objective. (Guru ialah orang yang terpelajar. Ia harus tahu lebih banyak daripada murid-muridnya. Namun iamenyadari juga, bahwa tidak semua telah dipahaminya, dan bahwa dirinya sebenarnya pelajar pula. Guru merupakan teladan bagi murid-muridnya. Tetapi ia juga dapat berbuat salah. Ia manusia biasa. Guru seharusnya objektif, tetapi hubungan guru murid begitu dekat, hingga acapkali sukar untuk bersikap objektif).
Sedangkan Safruddin Nurdin dan M. Basyiruddin Usman berpendapat bahwa “ Seorang guru bukan hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada muridnya akan tetapi dia seorang tenaga profesional yang dapat menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan, menganalisis, dan menyimpulkan masalah yang dihadapi”.
Yang dimaksud guru adalah seorang yang diangkat menjadi pendidik profesional dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam untuk dapat menyampaikan, menanamkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam sehingga siswa diharapkan dapat menerima, menghayati, dan mengamalkan terhadap nilai-nilai agama Islam yang telah diajarkan.