 |
Info Produk |
Produk jasa merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan daripada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Pelanggan tidak membeli barang atau jasa, melainkan membeli manfaat (benefit) yang spesifik dan nilai (value) dari keseluruhan penawaran.
Setiap produk yang diluncurkan kepasar tidak selalu mendapat respon yang positif. Bahkan cenderung mengalami kegagalan jauh lebih besar di bandingkan dengan keberhasilanya. Dalam dunia perbankan strategi produk yang dilakuakn adalah mengembangkan suatu produk adalah sebagai berikut:
a. Penentuan logo dan moto
Logo merupakan ciri khas suatu bank sedaangkan moto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan visi dam misi bank dalam melayani masyarakat. Ada istilah baru melihat logonya saja orang sudah mengenal ank tersebut. Atau dengan membaca moto saja sudah banyak orang mengenalnya. Logo dan moto juga sering disebut sebagai ciri produk. Baik logo maupun moto harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan moto adalah sebagai berikut :
1) Memiliki arti (dalam arti positif)
2) Menarik perhatian
3) Mudah diingat
b. Menciptakan merk
Karena jasa memiliki beraneka ragam, maka setiap jasa harus memilikinama. Tujuannya agar mudah dikenal dan diingat pembeli. Nama ini kita kenal dengan nama merek. Untuk berbagai jenis jasa bank yang ada perlu diberikan merek tertentu. Penciptaan merek harus mempertimbangkan faktor-faktor, antara lain:
1) Mudah diingat.
2) Terkesan hebat dan modern.
3) Memiliki arti (dalam arti positif).
4) Menarik perhatian.
c. Menciptakan kemasan
Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya seperti buku tabungan, cek, bilyet, giro, atau kartu kredit.
d. Keputusan label
Pemberian label (Labeling) berkaitan erat dengan pengemasan. Label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label bisa merupakan bagian dari emasan, atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk.