- Agus Sujanto, menyatakan bahwa ”minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan tergantung dari bakat dan lingkungannya”.
- Andi Mappiare, yang dikutip oleh Yasin Setiawan menyatakan bahwa ”minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut, atau kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu”.
- W,S. Winkel, mengatakan ”minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek merasa tertarik pada bidang-bidang tertentu, dan merasa berkecimpung dalam bidang itu”.
Dari beberapa
pengertian minat oleh para pakar psikologi tersebut di atas, penulis lebih cenderung pada pendapat pertama, yang mengartikan minat sebagai suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja, terlahir dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. Minat sendiri memiliki makna yang luas dalam peran serta individu dalam mencapai suatu cita-cita. Dalam pencapaiaan cita-cita tersebut tentunya perlu pengorbanan, baik materi dan non materi.
Al-Qur’an menyerukan kepada manusia agar senantiasa berusaha, tanpa melakukan suatu usaha maka tidak akan mendapat apa yang inginkan, sebagaimana firman Allah yang artinya: Dan bahwasanya seseorang manusia tiada memperoleh selain apa yang diusahakannya. (QS. An-Najm: 39). Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11).
Dari dua ayat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa individu tidak akan memperoleh sesuatu sesuai dengan apa yang diusahakannya. Demikian pula dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri individu itu karena usahanya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari individu memiliki keinginan untuk memperbaiki diri. Setiap individu mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang beragam. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebutuhan manusia antara lain: lingkungan sosial, latar belakang tingkat pendidikan, tinggi rendahnya kedudukan, pengalaman masa lalu, pandangan dan falsafah hidup, cita-cita atau harapan kemasa depan.
Berbagai kebutuhan individu sebagaimana diuraikan di atas, melekat pada setiap dirinya. Upaya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu minat dan motivasi sangat berperan.
Demikian beberapa pendapat para ahli mengenai
pengertian minat. Dapat dikatakan yang dimaksud dengan minat adalah kecenderungan untuk selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Minat sangat erat kaitannya dengan perasaan senang, karena dapat dikatakan minat itu terjadi apabila muncul sikap senang terhadap sesuatu. Seseorang yang berminat kepada sesuatu berarti sikapnya senang kepada sesuatu itu.