Pengertian kaum fundamental dari segi istilah sudah memiliki muatan psikologis dan sosiologis dan berbeda dengan pengertian fundamentaldalam segi kebahasaan. Kelahiran kaum fundamental ada hubungannya dengan sejarah perkembangan ajaran kristen, dan dalam Islam, kaum fundamental ada hubungannya dengan masalah pertentangan politik, sosial dan kebudayaan. Diantara ciri-ciri yang dicitrakan dengan fundamentaladalah ekstrimisme, fanatisme atau bahkan terorisme dalam mewujudkan atau mempertahankan keyakinan keagamaan. Mereka yang disebut kaum fundamental sering dianggap sebagai tidak rasional, tidak moderat dan cenderung untuk melakukan kekerasan jika perlu.
 |
Islam |
Ciri lain yang melekat pada kaum fundamental adalah sikap dan pandangan mereka yang radikal, militan, berfikir sempit (narrowminded), bersemangat secara berlebihan (ultra zealous), atau ingin mencapai tujuan dengan memakai cara-cara kekerasan. Karena itu dapat dimengerti mengapa sebagian besar sarjana Muslim memandang fundamental sebagai istilah yang tak menguntungkan (unfortunate) dan menimbulkan kesalahpahaman (misleading). Pemahaman tentang fundamental tersebut bukan hanya dipahami oleh sarjana Muslim saja akan tetapi oleh kaum orientalis dan sarjana barat yang memahami agama Islam.
Dilihat dari substansinya, Islam fundamental tidaklah keluar dari Islam. Mereka tergolong muslim dan muslimah yang sangat berpegang teguh pada ajaran Islam, bahkan bisa dikatakan mereka sangat bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan cita-cita Islam. Mereka juga mempunyai ikatan solidaritas yang cukup solid, kokoh, militan dan rela menerima resiko dari perjuangannya.
Akan tetapi, kaum fundamental juga mempunyai beberapa sisi yang bisa dikatakan kurang memperhatikan sikap yang baik, diantaranya:
Pertama, dari segi keyakinannya, mereka bersikap rigid dan literalis. Mereka lebih menekankan pada simbol-simbol keagamaannya daripada substansinya. Mereka juga beranggapan bahwa doktrin keagamaan telah mengatur semuanya, sehingga agama dianggap sebagai suatu sistem yang lengkap dan mencakup pula berbagai sub-sistem di dalamnya.
Kedua, sikap dan pandangan mereka eksklusif, yaitu pandangan yang bertolak dari keyakinan bahwa pandangan dan keyakinan merekalah yang paling benar sedangkan pandangan dan sikap orang lain yang tidak sejalan dengan mereka, mereka dianggap salah dan harus dikutuk. Sikapnya itu menjadikan mereka cenderung tertutup dan sulit diajak berdialog.
Ketiga, dari segi sosial dan budaya, mereka menolak produk budaya modern. Kehidupan mereka terkesan kolot, kuno, bahkan cenderung nyleneh.
Keempat, dari segi bentuk dan sifat gerakannya, mereka cenderung memaksakan kehendak dengan menggunakan berbagai cara, termasuk cara-cara kekerasan, seperti propaganda, hasutan, teror bahkan pembunuhan. Karena keempat sifat di atas, perjuangan kaum Islam fundamental sering mengalami kandas dan bahkan merugikan diri sendiri.