 |
Meditasi |
Pandangan K.L. Reicheit di bawah pengaruh Chinanya, meditasi menurutnya ialah sebagai refleksi suci mengenai daya-daya yang terdalam dan tertinggi dalam alam semesta, dan sebagai pertimbangan yang tenang dan salah mengenai arti terdalam dalam hidup, pendengaran suara Surga dalam jiwa. Sedangkan bagi para guru Zen memandang meditasisebagai latihan untuk membimbing ke satori, pandangan tajam mengenai totalitas dari kenyataan sebagaimana dipusatkan pada satu obyek khusus.
Meditasi menurut Anand Krishna merupakan gaya hidup. Meditasi harus menjadi dasar kehidupan seseorang, baru dapat disebut sebagai seorang meditator. Ia juga menyatakan meditasi sama dengan perluasan kesadaran, dan hasil akhir dari meditasi adalah Samadhi atau keseimbangan. Keseimbangan diri yang dicapai akan membebaskan diri dari kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan serta kecemasan dan sesungguhnya kehidupan baru dimulai setelah pencapaian keseimbangan diri.
Meditasi menurut Yayasan Studi Spiritual Brahma Kumaris merupakan proses pengenalan diri sendiri secara penuh yaitu diri kita yang ada di dalam dan mengerti bagaimana diri kita memberi reaksi terhadap apa yang di luar.
Seorang guru spiritual, J. Krishnamurti, memberikan definisi yang jelas tentang meditasi. Ia berkata bahwa meditasi bukanlah pelariandiri dari dunia; bukan kegiatan mengisolasi diri, melainkan lebih merupakan pemahaman dunia dan kehidupan, karena tidak banyak yang ditawarkan dunia selain dari papan, pangan, sandang, serta kenikmatan yang membawa penderitaan. Apa yang penting dalam meditasi adalah kualitas hati dan pikiran. Hal itu bukan menjadi apa yang dicapai atau apa yang dikatakan telah dicapai oleh seseorang, tetapi lebih merupakan kualitas pikiran yang suci dan mudah menerima. Melalui peniadaan, ada keadaan positif. Semata-mata berkumpul atau tinggal di dalam, mengingkari kemurnian meditasi. Meditasi bukan suatu cara mencapai tujuan, tetapi sekaligus merupakan cara dan tujuan. Pikiran tidakpernah dapat dibuat menjadi suci melalui pengalaman. Melainkan peniadaan pengalamanlah yang dapat membawa keadaan positif tanpa noda yang tidak dapat dikembangkan melalui pemikiran. Pemikiran tidak pernah bebas dari noda. Meditasi ialah akhir dari pemikiran, bukan oleh meditator, karena meditator adalah meditasi. Jika tidak ada meditasi, maka meditator menjadi seperti orang buta di dunia yang penuh keindahan, terang dan warna.
Meditasi menurut Kathleen McDonald ialah suatu bentuk aktivitas kesadaran mental, yang melibatkan salah satu bagian dari pikiran untuk mengamati, menganalisis dan berhadapan dengan bagian yang lain dari pikiran kita. Meditasi dalam berwujud dalam banyak bentuk, yaitu memusatkan perhatian pada suatu obyek (internal), berusaha memahami beberapa masalah pribadi, membangkitkan kasih sayang bahagia bagiseluruh umat manusia, berdoa pada obyek yang dipuja, atau berkomunikasi dengan kebijaksanaan yang ada dalam batin kita. Dalam bahasa Tibet istilah untuk meditasi disebut “gom”,secara harafiah berarti “mengenali”,dengan maksud bahwa segala sesuatu yang muncul di dalam pikiran kita adalah apa yang paling kita kenali. Meditasi agama Buddha berupaya menjadikan pikiran kita menjadi kenal dengan sikap positif, seperti cinta kasih, kasih sayang, kesabaran, ketenangan, dan kebijaksaan, sehingga menjadikan semua sikap ini lebih alami dan secara spontan berada di dalam diri kita.
Dengan demikian dapat diambil inti dari berbagai macam pengertian meditasi yang ada ialah lebih tertuju pada pemusatan pikiran untuk memperoleh ketenangan dalam mencapai tingkat tertinggi, dengan maksud pengendalian diri terhadap segala macam keinginan yang mengakibatkan penderitaan. Pengendalian pikiran yang baik, juga akan berimbaspada tingkah laku serta kehidupan yang lebih baik pula. Jika pengendalian dalam diri sudah didapatkan maka sesuatu yang di luar pun juga dapat dikendalikan dengan baik. Dalam ajaran Buddha sendiri, berlatih meditasi merupakan latihan mengolah batin dan jasmani, jika hanya diartikan sebagai mengolah jasmani saja maka tidak ada bedanya dengan berlatih Yoga atau Tai Chi. Hal ini karena meditasi yang diajarkan oleh Sang Buddha mempunyai makna dan tujuan untuk membebaskan manusia dari penderitaan lahir dan batin sehingga dapat mencapai kebahagiaan abadi (Nibbana).
Meditasi dalam perkembangannya dapat dipraktekkan oleh semua kepercayaan karena merupakan suatu keadaan batin yang dikondisikan oleh pikiran untuk memasuki keadaan bawah sadar. Dalam agama Islam, dzikir merupakan suatu aktivitas kejiwaan mengingat Allah Swt dalam hati dan menyebut sifat-sifat kebesaran serta kesempurnaan yang dimiliki-Nya dengan lisan.
Aktivitas meditasi tidak jauh beda dengan dzikir dalam Islam. Hal ini dimaksudkan keadaan atau kondisi keduanyahampir sama yaitu dengan berdiam diri memfokuskan sesuatu pada suatu hal. Dzikir dalam Islam lebih menuju pada salah satu ibadah untuk mengagungkan, menyucikan, dan mengingat Sang Pencipta, bukan kepada yang lain dan bersifat abstrak, sehingga tercapainya ketenangan batin dan membawa diri pada kebaikan.
Demikianlah
pengertian meditasi menurut para pakar. Dapat diambil kesimpulan bahwa meditasi merupakan pengendalian pikiran yang difokuskan pada salah satu obyek meditasi yang ditentukan dalam agama Buddha, dan juga bertujuan untuk menenangkan batin yang dapat membawa pada Nibbana (kondisi batin yang terbebas dari kekotoran batin), sehingga menjadi salah satu jalan dalam kepercayaan umat Buddhis untuk mencapai tujuantertinggi.