Pengertian Kinerja - Secara sederhana kinerja dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh seorang karyawan selama periode waktu dan dalam bidang pekerjaan tertentu. Seorang karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik, dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Untuk dapat memiliki kinerja yang tinggi dan baik, seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya harus memiliki keahlian dan keterampilan, sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki.
Menurut Mangkunegara, prestasi kerja sama dengan kinerja dan memiliki arti hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang telah dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Sedangkan menurut Henry Simamora, kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.
Wahyuni, mengatakan “Manajemen kinerja sangat penting dalam rangka menciptakan karyawan yang produktif dengan menyebut secara jelas Output serta peran atau fungsi yang diharapkan dari seorang karyawan”. Jika persyaratan yang diperlukan untuk setiap jabatan dan fungsi atau peran dari jabatan tersebut tidak diuraikan secara jelas, hal ini akan mengakibatkan duplikasi pekerjaan atau menumpuknya tanggung jawab pada sebagian karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja dari suatu unit kerja di perusahaan tersebut. Manajemen kinerja dapat menyebabkan pegawai lebih berinisiatif dan jika target dari setiap pegawai mengalami peningkatan dari waktu ke waktu pada akhirnya kinerja dan produktivitas pegawai juga akan meningkat secara berkala.
 |
Pengertian Kinerja |
Dalam banyak hal, sistem kinerja memang mempunyai potensi yang besar untuk dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia. Walaupun demikian dalam proses perencanaan dan implementasi sistem tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena mempunyai potensi untuk menjadi kendala. Kendala tersebut dapat berasal dari perusahaan (Corporate Objective) yang mencakup hal-hal yang terlalu luas, sehingga menjadi kurang atau bahkan tidak fokus. Hal tersebut ditambah lagi dengan proses komunikasi dari tujuan perusahaan yang kurang baik, sehingga tidak setiap karyawan mengetahui dengan baik tujuan perusahaan.
Agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tanpa mengetahui ketiga faktor ini kinerja yang baik tidak akan tercapai. Dengan kata lain, kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan. Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhan.