Pengertian Sikap Optimis
Beberapa
pengertian sikap optimis tersebut diatas maka bisa dipahami bahwa sikap adalah suatu kecenderungan untuk bertingkah laku, bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu obyek dengan tanggapan positif maupun negatif. Sikap merupakan pendirian yang timbul karena nalar atau otak manusia yang dihadapkan dengan berbagai pengalaman. Sikap merupakan suatu reaksi dengan cara tertentu terhadap obyak bisa berbentuk pribadi, benda, lembaga, informasi dan cenderung untuk menggolongkan serta memberikan kategori.
Sedangkan pengertian optimis menurut H. Mursal HM. Thahir yaitu suatu jenis suasana hati yang positif, hingga menyebabkan seorang menghayati sesuatu selalu dari segi yang baik dan menyenangkan saja. Optimis adalah suatu faham atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan, sikap yang selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal. Harapan dalam perbendaharaan bahasa Arab lebih dikenal dengan “ar rajak”, harapan dapat disamakan dengan optimisme, disebutkan dalam kitab Ihya’: Artinya : “Harapan ialah keinginan hati untuk menunggu apa yang disukai”.
Pengertian optimis tersebut bisa dipahami suatu keyakinan yang positif dan berharapan yang baik pula terhadap segala sesuatu. Setelah penulis uraikan pengertian sikap dan optimis maka bisa disimpulkan bahwa sikap optimis adalah suatu perbuatan yang berdasarkan keyakinan terhadap segala hal dengan harapan yang baik. Seseorang yang bersikap optimis melahirkan kepercayaan diri yang dapat kita gunakan untuk meraih tujuan dalam mengatur diri, tanpa adanya harapan manusia akan merasa tidak mampu dalam berbuat apa-apa dan cepat frustasi. Orang yang bersikap optimis akan melihat mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan.
Dari uraian mengenai
pengertian sikap optimis di atas dapatlah kiranya kita ambil benang merah bahwa bersikap optimis merupakan suatu sikap manusia yang berfikiran aktif, maju, selalu kretaif dan berpandang masa depan yang cemerlang. Suatu semangat yang tinggi dalam bertindak menanggapi sebuah harapan. Sikap optimis menghindarkan manusia berburuk sangka baik terhadap diri sendiri, lingkungan maupun kepada yang Maha Kuasa.