 |
Pengertian Kepemimpinan |
3. Gibson berpendapat bahwa kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi antar perseorangan (interpersonal), lewat proses komunikasi, untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan mencakup unsur pengaruh, komunikasi dan pencapaian tujuan. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jikatercapainya satu atau beberapa tujuan. Sehingga orang akan memandang pemimpin yang efektif dilihat dari segi kepuasan mereka yang diperoleh dalam bekerja.
4. Oteng Sutisna merumuskan definisi kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha-usaha ke arah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. Disimpulkan juga bahwa proses kepemimpinan merupakan suatu fungsi dari pemimpin, pengikut dan variabel-variabel situasi lain.
5.
T. Hani Handoko mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.
Kepemimpinan dalam organisasi pendidikan menurut Oteng Sutisna dirumuskan sebagai kemampuan seseorang untuk mengambil inisiatif dalam situasi-situasi sosial untuk merangsang dan mengorganisasi tindakan-tindakan dengan begitu membangkitkan kerja sama yang efektif ke arah pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Kepala Sekolah adalah tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah, tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, maka Kepala Sekolah juga adalah seorang pemimpin (leader).
Seperti halnya kepemimpinan pada umumnya, kepemimpinan Kepala Sekolah bisa diartikan sebagai kemampuan Kepala Sekolah dalam mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan warga sekolah agar mau dan mampu bekerja dan berperan serta dalam mencapai tujuan sekolah yang sudah ditetapkan. Warga sekolah yang dimaksud di sini terutamaadalah guru, karyawan dan siswa.