Pelatihan merupakan suatu program yang diberikan untuk menutupi kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan tuntutan pekerjaan sehingga dapat memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu, yang sedang menjadi tanggung jawabnya. Pelatihan harus dirancang untuk mewujudkan tujuan organisasi dan para pekerja secara perorangan. Pelatihan sering dianggap sebagai aktivitas yang paling umum, dan para pimpinan mendukung adanya pelatihan, karena melalui pelatihan para pekerja akan menjadi lebih terampil dan produktif. Ada kalanya sebuah pelatihan akan menyita waktu karyawan, sekalipun manfaat tersebut harus diperhitungkan dengan waktu yang tersita ketika pekerja sedang dilatih.
Kenneth Robinson (1981), dalam Sudirman (2001:20) mengemukakan bahwa: “Training, therefore we are seeking by any instructional or experiential means to develop a person behavior patterns in the areas of knowledge, skill or attitude in order to achieved desire standart”.
Pelatihan merupakan perpaduan secara instruksional atau pengalaman dengan tujuan pengembangan pola tingkah laku seseorang dalam area pengetahuan, keahlian, atau sikap untuk menjalankan perintah sesuai keinginan secara standar.
 |
Pengertian Pelatihan |
Menurut Hasibuan, “Latihan adalah merupakan suatu usaha peningkatan pengetahuan dan keahlian seorang karyawan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu”. Sedangkan
menurut Gomes, Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya. Noe berpendapat bahwa pelatihan adalah suatu upaya yang sistimatis untuk meningkatkan pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill), dan sikap kerja (Behaviors) karyawan melalui proses belajar, agar para karyawan dapat lebih optimal dalam menjalankana fungsi dan tugas jabatannya sehari-hari.
Adapun tujuan pelatihan tidak dapat dilaksanakan, kecuali bila pimpinan menyadari akan pentingnya pelatihan yang sistematis, serta karyawan percaya bahwa mereka akan memperoleh keuntungan. Tujuan pengembangan pegawai jelas bermanfaat, baik bagi organisasi maupun karyawan.
Adapun tujuan pendidikan dan pelatihan menurut Henry Simamora dalam Ambar T. Sulistiyani dan Rosidah, yaitu:
a. Memperbaiki kinerja.
b. Memutakhirkan keahlian para pegawai sejalan dengan kemajuan teknologi.
c. Membantu memecahkan persoalan operasional.
d. Mengorientasikan pegawai terhadap organisasi.
e. Memenuhi kebutuhan pertumbuhan pribadi.
f. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja pegawai dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Dari berbagai pendapat mengenai
pengertian pelatihan di atas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa pelatihan atau Training bukan suatu tujuan, tetapi suatu alat dari manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan yang dibebankan dari atasan ke bawahan. Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Karyawan baru maupun yang sudah bekerja perlu mengikuti pelatihan, karena adanya tuntutan pekerjaan yang selalu berubah serta akibat perubahan lingkungan kerja dan strategi.