Perbedaan antara pemasaran tradisional dan pemasaran berbasis experiential dideskripsikan melalui karakteristik utama dari experiential marketing yang diadaptasi dari pendapat Schmitt sebagai berikut.
1) Fokus pada pengalaman pelanggan
Pengalaman terjadi ketika seseorang berjumpa dengan suatu situasi. Pengalaman merupakan stimulasi terhadap panca indera, perasaan, dan pikiran seseorang. Maka, pengalaman memberikan nilai sensorik, emosional, kognitif, perilaku, dan relasional yang menggantikan nilai fungsional.
2) Situasi konsumsi sebagai pengalaman Holistik
Fokus pada produk apa yang sesuai dengan situasi konsumsen serta bagaimana produk, kemasan, dan media komunikasi dapatmeningkatkan pengalaman pelanggan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa periode pasca pembelian merupakan hal yang terpenting dalam experiential marketing.
3) Memahami pendorong rasional dan emosional pelanggan
Pelanggan tidak hanya dimotivasi oleh pemikiran rasional dalam pengambilan keputusan pembelian, tetapi juga dipengaruhi oleh emosi karena pelanggan ingin mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.
Dimensi Experiential Marketing
Adapun dimensi dari Experiential Marketing adalah sebagai berikut:
1) Sense
Sense adalah usaha penciptaan suatu pengalaman yang berkaitan dengan panca indera melalui penglihatan, suara, sentuhan,rasa, dan bau. Sense marketing digunakan untuk membedakanperusahaan dan produk, memotivasi pelanggan, serta memberikannilai tambah bagi produk. Kunci sukses dalam menciptakanpengalaman panca indera (sense) adalah dengan menjamin konsistensi dan menciptakan keragaman.
2) Feel
Perusahaan menggunakan strategi feel experience untuk memberikan pengaruh merek kepada pelanggan melalui komunikasi (iklan), iklan yang bersifat feel good digunakan merangsan emosional pelanggan dengan produk atau jasa dan memberikan stimulus kepada pelanggan untuk bereaksi terhadap iklan atau pesan tersebut, produk (identitas, kemasan, dan isi), lingkungan, web-sites, atau orang-orang yang menawarkan produk. Feel experience pada tingkat yang lebih tinggi adalah affective experience yang menggerakkan stimulus emotion dan moods.
3) Think
Think membuat pelanggan melakukan interaksi secara creative dan cognitive. Tujuan dari strategi think adalah untuk mendorong pelanggan sehingga tertarik dan berpikir secara kreatif.
4) Act
Act experience didesain untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang berhubungan dengan tubuh secara fisik, pada perilaku dan gaya hidup jangka panjang serta pengalaman-pengalaman yang terjadi sebagai hasil dari interaksi dengan orang lain.
5) Relate
Relate experience bertujuan untuk menghubungkan pelanggan tersebut dengan budaya dan lingkungan sosial (masyarakat). Relate ditujukan untuk membentuk self improvement, status socio economic, dan image.